Pukul setengah dua belas malam, Karin melangkah anggun menyusuri lorong beton basah menuju sedan putihnya.Tangan kanannya menjinjing tas kulit kerja, sementara jemari kirinya menggenggam erat kunci mobil.Suara dentang tumit sepatu hak tingginya memantul teratur di dinding beton, memecahkan kesunyian malam yang pekat.Namun, sebelum Karin sempat menekan tombol pembuka kunci pintu mobil, sesosok pria berjas hitam yang berdiri di balik pilar beton mendadak melangkah keluar, memotong jalur jalannya."Selamat malam, Bu Karin," sapa pria itu dengan nada suara yang terlalu dibuat-buat sopan, namun memancarkan intrik yang licik.Karin menghentikan langkahnya seketika. Tubuhnya refleks bersiaga, memiringkan posisi berdiri dengan tatapan mata yang langsung berubah tajam dan dingin."Siapa kamu? Mau apa malam-malam begini di area parkir privat?"Pria itu menyunggingkan senyum tipis yang memuat nada merendahkan. Tanpa membuang waktu, ia merogoh saku dalam jas mewahnya dan menarik keluar sebuah
Read more