Asap rokok yang dihembuskan Bongkar tertahan di udara, terbuyarkan oleh pendar intimidasi yang pekat dari sosok Maman.Empat pria bertato itu sempat terpaku menyaksikan tenang dan tegapnya postur pengawal elit di hadapan mereka.Namun, dorongan rasa gengsi di depan para anak buah membuat Bongkar memaksa raut wajahnya tetap terlihat beringas.Dengan cengiran sinis yang dibuat-buat, Bongkar menyelipkan tangan kanannya ke dalam lipatan jaket kulit kumalnya.Kilatan perak yang dingin mencuat tipis, sebuah celurit kecil berbilah tajam tersingkap di balik kain, disengajakan untuk menggertak mental lawan."Wah, belagu juga ini orang," gertak Bongkar dengan suara serak dan kasar. "Lo pikir kemeja mahal sama bodi gede lo bisa bikin gue takut? Ini wilayah gue! Mau bos lo selamat usaha di sini, bayar uang keamanan ke gue sekarang!"Maman sama sekali tidak bergeming.Tidak ada kedipan panik, tidak ada ketakutan, bahkan sudut bibirnya justru terangkat sedikit, membentuk ukiran senyam-senyum miring
Read more