مشاركة

BAB 395

مؤلف: Nona Mentari
last update تاريخ النشر: 2026-09-30 15:17:38

Napas Alya masih terengah-engah, memburu cepat di tengah keheningan penthouse yang temaram.

Kedua bahunya naik-turun kencang, menahan gelombang gairah dan rasa frustrasi yang sengaja digantung oleh Nathan.

Nathan menatap pemandangan itu dengan sudut mata pekatnya, menikmati setiap detik kehancuran pertahanan emosi gadis yang berada di bawah cengkeramannya.

Tanpa mengucap sepatah kata pun, Nathan mengulurkan tangannya, merengkuh pinggang mungil Alya, lalu mengangkat tubuh ringan gadis itu dalam
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 401

    Deru napas tersengal-sengal masih berembus kencang di dalam ruang VIP-01 yang terisolasi rapat.Suasana redup berbalut pendar warm amber membingkai tubuh tegap Nathan yang bertelanjang dada, duduk bersandar di sofa kulit hitam.Keringat tipis melapisi dada bidang dan perut berototnya yang naik-turun teratur, sementara di pangkuannya, tubuh mungil Alya terbaring lemas bagai tanpa tulang.Alya menyandarkan pipinya yang hangat pada dada bidang Nathan, mendengarkan detak jantung pria itu yang berpacu kuat namun stabil.Tubuh gadis itu masih beberapa kali menyentak halus, sisa-sisa gelombang pelepasan luar biasa dari penyatuan gila yang baru saja mereka selesaikan.Gaun marun tipisnya sudah berantakan tak beraturan, mencetak jejak-jejak kemerahan di leher dan bahunya akibat kepemilikan liar sang pewaris Utama.Jemari tebal Nathan yang hangat merayap perlahan menelusuri garis punggung mulus Alya, membelai helai demi helai rambutnya yang sedikit basah oleh keringat."Masih bernapas, Al?" gum

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 400

    Alya masih terkulai lemas di antara kedua kaki Nathan, dadanya yang kencang bersandar pasrah pada paha tegap sang pewaris Utama.Napasnya memburu parau, menyisakan jejak kejang gairah yang baru saja mereda di seluruh jaringan sarafnya.Pendar temaram warm amber di dalam ruang VIP-01 membiaskan bulir-bulir keringat halus yang membasahi leher mulus dan tulang selangka gadis itu.Nathan menyandarkan punggungnya santai pada sandaran sofa kulit, menikmati pemandangan Alya yang tak berdaya di bawah kendali mutlaknya.Jemari tangan kanannya yang tebal dan berurat menyusup ke dalam helai rambut Alya, menariknya pelan ke belakang agar wajah gadis itu mendongak menatapnya."Lo pikir lo udah boleh istirahat, Al?" gumam Nathan dengan suara bariton yang teramat dalam dan serak, memancarkan aura brengsek yang tanpa cela.Alya menatap manik mata pekat Nathan dengan binar sayu yang berembun. "Nathan... aku lemas banget..."Nathan menyunggingkan senyum dominan dari sudut bibirnya. Ia memajukan pinggul

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 399

    Pria itu menyandarkan punggung tegapnya santai di tengah sofa kulit hitam yang luas, merenggangkan kedua kakinya yang panjang dengan gestur kekuasaan mutlak seorang pemangsa di wilayah kekuasaannya sendiri."Nathan..." panggil Alya lirih. Gadis itu masih berdiri di depan stasiun bar kristal, memegang botol whiskey premium yang baru disiapkan oleh pihak klub.Matanya yang jernih dan sedikit sayu akibat efek alkohol menatap Nathan dengan campuran rasa gugup dan antusiasme liar yang tak bisa disembunyikan.Nathan memiringkan kepalanya sedikit, menatap Alya dari atas sampai bawah. Pandangannya terkunci pada paha mulus dan gaun merah marun Alya yang makin terangkat saat gadis itu bergerak."Lo berdiri di sana mau jadi pajangan atau mau ngelayanin gue, Al?" sahut Nathan dengan suara bariton yang dalam dan serak.Lalu mengibaskan jemari tangannya pelan. "Sini. Tuang minumannya buat gue."Alya meneguk ludahnya yang terasa panas.Dengan jemari gemetar namun mantap, ia menuangkan cairan keemasa

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 398

    Dentuman bass berfrekuensi rendah menggetarkan permukaan marmer dan kaca di main hall klub malam eksklusif Nocturne.Cahaya laser temaram berwarna violet dan biru tua membelah kegelapan ruangan, membiaskan pendar redup pada jejeran botol minuman keras kelas atas dan kerumunan orang-orang dari kalangan atas.Aroma alkohol mahal, asap shisha, dan parfum mewah menyatu kental di udara.Nathan melangkah santai melintasi lorong sofa VIP area main hall, sebelah tangannya menyusup santai di saku celana bahan mewahnya, sementara lengan yang lain melingkar ketat di pinggang mungil Alya.Dekapan Nathan begitu posesif, menarik tubuh Alya rapat-rapat hingga paha mulus gadis itu yang berbalut gaun tipis merah marun terus bergesekan dengan kakinya di setiap langkah."Wah, bro! Akhirnya dateng juga lo!" seru Dion, salah satu rekan bisnis sekaligus sahabat Nathan, setengah berteriak menembus dentuman musik yang membisingkan.Dion yang sedang berdiri di dekat meja sofa lingkar langsung menyambut kedata

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 397

    Aroma maskulin kayu cendana membumbung halus di dalam ruang tengah penthouse mewah milik Nathan.Pria itu menyandarkan punggungnya yang tegap di atas sofa kulit hitam, jemari tangannya yang panjang dan berurat sibuk memutar-mutar gelas kristal berisi wiski dengan ketukan perlahan.Denting es batu yang beradu dengan kaca menjadi satu-satunya suara yang membelah keheningan ruangan seluas tiga ratus meter persegi tersebut.Mata tajam Nathan yang tajam sesekali melirik jam tangan mewahnya. Sudah hampir tiga puluh menit Alya berada di dalam ruang ganti master bedroom, mencoba gaun yang sengaja diletakkan Nathan di atas peraduan beberapa jam lalu.Malam ini, sebuah pesta privat eksklusif digelar oleh kolega-kolega bisnis dan sahabat karibnya di lounge klub malam ternama pusat kota.Nathan butuh pendamping, dan tidak ada pilihan lain yang lebih memikat perhatiannya selain gadis polos yang belakangan ini terus membakar naluri dominannya.Derap langkah kaki yang ragu-ragu di atas lantai marmer

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 396

    "Duduk," perintah Nathan halus namun sarat wibawa.Alya menurut tanpa bantahan. Gadis itu mendudukkan dirinya di tepi ranjang. Kakinya yang tak beralas menyentuh karpet tebal yang empuk.Gaun katun tipisnya sedikit tersingkap, namun Alya tak lagi sibuk merapikannya.Tatapan matanya yang sedikit sayu dan lelah terkunci rapat pada sosok Nathan yang berdiri menjulang di hadapannya.Nathan melepas jam tangan mewahnya dan meletakkannya di atas nakas dengan denting halus.Pria itu kemudian bertumpu pada satu lututnya di atas lantai, berlutut tepat di hadapan Alya yang terduduk.Posisi itu membuat tatapan mata mereka kini sejajar. Nathan mengulurkan kedua tangannya, merapikan helai demi helai rambut Alya yang berantakan menempel di pipinya yang masih kemerahan."Masih mau lari dari gue, Al?" tanya Nathan dengan suara bariton yang berat dan tenang. Ibu jarinya mengusap lembut sudut bibir Alya yang sedikit terbuka.Alya menggeleng pelan. Kepolosan di matanya kini bercampur dengan kepasrahan mu

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 1

    “Pak, paket buat Nyonya Sintya. Katanya penting, harus sampai tangan sekarang,” ujar kurir itu buru-buru.Malam itu, gerimis tipis membasahi aspal kompleks perumahan elit Citra Kencana. Heri Hermawan, pria berusia 35 tahun dengan badan tegap sisa latihan bela diri masa muda, menghela napas panjang.

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 7

    Satu jam kemudian, Karin baru saja pergi dengan tawa renyah yang masih terngiang di telinga Heri. Pria itu segera bergegas ke wastafel, berniat mencuci piring dan gelas sisa sarapan tadi agar punya alasan untuk segera keluar dari rumah yang suasananya semakin gerah itu. Namun, baru saja ia menyabun

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 6

    “Nih, makan. Anggap aja bonus karena kamu nggak becus kerja kalau perut kosong. Jangan pikir aku lagi perhatian, ini cuma supaya kamu nggak pingsan pas jaga,” ketus Sintya dengan nada yang amat gengsi.Heri yang baru saja hendak melangkah keluar dari dapur saat Sintya menyodorkan secangkir kopi hit

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 5

    Pagi itu, udara masih lembap sisa hujan semalam. Heri berada di dalam pos keamanan yang sempit, melepas seragamnya yang bau keringat dan apek. Saat ia baru saja menyampirkan handuk di bahu, memperlihatkan dada bidangnya yang cokelat legam dengan otot-otot perut yang keras dan padat, pintu pos terbu

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status