"Ya, nggak gitu juga, Mas!" rengek Btari, suaranya sedikit melengking karena frustrasi. Ia mendorong dada Ararya lebih keras, meskipun pria itu tetap bergeming bak tembok batu yang kokoh. "Itu sadis. Kamu CEO, Ararya, bukan algojo! Apa tidak ada cara yang lebih... beradab? Kamu sudah menghancurkan hidupnya, kariernya, dan sekarang matanya? Aku bukan sedang membelanya, tapi tindakanmu itu membuatku merasa kamu bukan suamiku yang aku kenal."Ararya mendengus, tangan besarnya justru menarik pinggang Btari semakin rapat, menyatukan tubuh mereka hingga tidak ada celah lagi. "Lalu? Dia saja tidak memikirkanmu. Padahal dia tahu persis siapa kamu—kamu istriku, Btari. Dia pikir dia bisa bermain-main dengan harga dirimu? Aku bahkan menahan diri untuk tidak membongkar aibnya yang menjadi simpanan pria tua itu di depan seluruh staf tadi. Harusnya aku buka semuanya supaya dia mati kutu sekalian.""His! Mulut kamu itu, ya," Btari memukul bahu suaminya dengan kesal. "Sudah cukup gila kamu hari ini.
اقرأ المزيد