Begitu pintu lift eksekutif tertutup rapat, memisahkan mereka dari pandangan Bima, Sari, dan puluhan pasang mata staf di lobby, atmosfer di dalam kubus logam berlapis cermin itu mendadak berubah drastis. Ketegangan yang sejak tadi ditahan Btari akhirnya pecah."Idih, lepasin dong! Kantor ini!" desis Btari tajam.Dengan satu hentakan kuat, ia menyentak tangannya dari cengkeraman tangan kekar Ararya. Btari mundur selangkah hingga punggungnya membentur dinding lift, menatap suaminya dengan binar mata yang menyala-nyala karena emosi yang meluap. Napasnya naik-turun menahan dongkol."Anda benar-benar tidak punya urat malu, ya, Mas?" omel Btari setengah berbisik, sadar betul bahwa meski ini lift khusus direksi, dinding-dinding ini tetap berada di dalam gedung korporat. "Di luar tadi ada puluhan staf, ada resepsionis, ada Bima, ada Sari! Dan Anda dengan santainya menarik saya seperti anak ayam? Mau ditaruh di mana muka saya kalau besok gosip miring tentang sekretaris baru yang 'digandeng' CE
Read more