“Oh ya? Kok nggak liat Mama, ya?” ucap Bagas sambil tertawa kecil, gestur tubuhnya sangat santai saat ia menggaruk tengkuknya, seolah benar-benar bingung. “Apa mungkin kamu naik, Mama baru sama Lily sampai? Jadi nggak ketemu? Ah, sudah deh. Nadia mana?” tanya Ibu Nadia, mengalihkan perhatiannya sambil tersenyum menatap Lily yang sedang asyik berceloteh di gendongan Bagas. “Mungkin di bawah, Ma. Soalnya tadi dia bilang mau jemput Lily, katanya mau mandi bareng,” ucap Bagas dengan nada yang begitu meyakinkan. Tepat saat itu, suara langkah kaki terdengar dari lorong kamar lantai atas, diikuti suara lembut yang memanggil nama putri kecil mereka. “Nah, itu tuh Mami, Sayang,” ucap Bagas dengan senyum sumringah, memutar tubuhnya agar menghadap ke arah datangnya Nadia. Nadia muncul dengan penampilan yang tampak segar meski ada gurat kemerahan yang masih tersisa di pipinya. Ibu Nadia membalas senyuman itu, namun sejenak, perhatiannya teralih. Matanya menyipit, mengamati Bagas dan Nadia
اقرأ المزيد