“Aku ke pengadilan dulu, Pa,” ucap Bagas sambil berdiri dari kursi setelah menghabiskan sarapannya. “Iya, Bagas. Semoga lancar, ya,” balas Roman sambil tersenyum hangat menatap putra sulungnya. “Iya, Pa,” sahut Bagas sambil mengangguk pelan. Ia kemudian berdiri di belakang kursi roda sang ayah. “Papa mau ke ruang baca?” tanyanya sambil memegang handle kursi roda. “Iya. Papa ke ruang baca aja,” jawab Roman santai. Bagas mengangguk, lalu mendorong kursi roda itu menuju lift. “Nanti... Lily kamu bawa ke sini?” tanya Roman pelan ketika pintu lift terbuka. “Um... iya, Pa. Aku bawa Lily ke sini,” jawab Bagas sambil tersenyum tipis. Lift berhenti di lantai bawah. Bagas kembali mendorong kursi roda Roman melewati lorong menuju ruang baca. Tepat saat mereka hampir tiba... “Bagas!” Suara Ratu terdengar dari arah belakang. Wanita itu berjalan cepat, nyaris setengah berlari menghampiri putranya. “Bagas, kamu harus ngomong sama Mama,” ucap Ratu sambil menahan lengan Baga
Read more