Ayah Vega baru saja tiba di lantai tiga, melangkah masuk ke ruangan eksklusif kafe Rumi saat hari mulai beranjak malam.“Oh... um... Pa,” sapa Nadia sedikit kaku, memanggil ayah dari mantan istri kakak iparnya itu dengan sebutan yang biasa ia gunakan sehari-hari.“Nadia... Wah, ketemu di sini,” panggil Ayah Vega hangat. Wajahnya mengulas senyum ramah sebelum akhirnya mendekat dan memeluk Nadia sekilas.“Sehat, Pa?” tanya Nadia lembut.“Sehat, Nad. Halo Bagas... Rumi...” Ayah Vega mengalihkan pandangannya, menyapa mantan menantunya serta Rumi yang berdiri tak jauh dari sana.Bagas menyambut uluran tangan itu dengan hangat. Begitu pula Rumi, yang meski harus bertumpu pada tongkatnya, tetap berdiri sopan menyalami Ayah Vega.“Selamat malam, Om... Maaf banget janji yang harusnya sore tadi jadi delay begini. Tadi Nadia sama Bagas masih ada sedikit urusan,” ucap Rumi penuh kesopanan.“Nggak masalah sama sekali, Rumi...” balas Ayah Vega maklum.“Silakan duduk, Pa,” sambung Bagas ramah. Meski
Leer más