“Um... Nggak ada kok, Ma. Mas Rumi sering kok sharing ke aku kalau ada masalah di kantor atau di luar. Tapi sejauh ini... rasanya nggak ada masalah yang terlalu berat sampai bikin dia stres sendirian,” ucap Nadia sambil menggeleng pelan pagi itu, berusaha menyusun intonasi senormal mungkin. Ibu Nadia menyipitkan mata, menatap putrinya lekat-lekat. “Yakin, nih?” “Yakin kok... Mama tenang aja. Hubungan aku sama Mas Rumi baik-baik aja, kok. Selama ini aku bahagia sama dia,” ucap Nadia lagi, memaksakan seulas senyum tipis demi menutupi kenyataan pahit, rasa bersalah, dan rahasia besar yang mati-matian ia simpan rapat. Melihat senyum putrinya, sang ibu akhirnya menghela napas lega. “Ya udah, kalau gitu, Mama jadi ikut tenang. Kamu istirahat ya, Nad... Muka kamu kelihatan agak pucat akhir-akhir ini. Perasaan Mama, udah beberapa hari ini warna kulit kamu tuh kelihatan beda, terutama di bagian muka, kayak pucat pasi gitu.” Mendengar kalimat itu, jantung Nadia seketika berdegup kencang. Ge
Leer más