Mendengar permintaan blak-blakan Nadia yang terkesan mendominasi itu, Sinta dan Nora hanya bisa saling melempar pandang dengan canggung. Suasana mendadak terasa kaku, membuat kedua wanita itu merasa tidak punya pilihan lain selain segera undur diri. “Kalau gitu... kita berdua pamit balik dulu ya, Nad. Kebetulan besok Nora ada shift pagi di rumah sakit, dan aku juga ada jadwal klien siang harinya,” ucap Sinta kikuk, berusaha mencairkan suasana. “Oh, oke. Makasih banyak ya udah luangin waktu buat datang ke sini...” ucap Nadia ramah. Ia berdiri, lalu menyambut pelukan singkat dari kedua temannya itu dengan senyuman tipis yang seketika berubah datar begitu pelukan terurai. Sebelum benar-benar beranjak, Sinta sempat mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. “Oh iya, mama kamu di sebelah mana, Nad? Mau pamit sungkem dulu sebelum pulang.” “Itu, Mama aku di sana,” ucap Nadia sambil tersenyum kecil, menunjuk ke arah sang ibu yang sedang sibuk berbincang dengan beberapa kerabat wanita
Read more