“Besok sore...” ucap Nadia pelan, nyaris tak terdengar, sementara tatapannya masih terpaku lekat pada layar ponsel yang menyala di atas meja. Mendengar gumaman itu, Bagas yang sedang meneguk air mineral langsung menoleh dengan kening berkerut tipis. “Kenapa besok, Sayang?” tanyanya penasaran. Nadia langsung tersadar dari lamunannya. Ia buru-buru menarik napas, mengatur ekspresi wajahnya agar terlihat senatural mungkin di hadapan suaminya. “Ah? Oh, nggak apa-apa. Besok sore aku mau janjian ketemu sama temen aku, Mas. Umm... kamu bisa temani aku nggak? Sekalian jemput aku. Kalau kamu nggak sibuk...” ucap Nadia sambil melemparkan senyuman manis, lalu buru-buru memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. Bagas mengunyah suapan terakhirnya dengan santai, lalu menelan makanan itu sebelum menjawab. “Pas jam pulang kerja, waktu aku jemput kamu, kan? Atau mau di jam lain?” “Pas jemput aja, kok. Besok nggak ada kegiatan lain lagi, kan, Sayang?” tanya Nadia memastikan, mencoba menyembunyi
Read more