“Tadi itu, kau cukup keterlaluan,” komentar Jach dengan nada hati-hati.Mante menggenggam erat tongkat yang membantunya untuk tetap berdiri.Selama ini.. Jach maupun Mante selalu mengikuti aturan yang ditetapkan Elisio setiap kali mereka berada di pesta. Hadir, mengamati, bicara dengan orang yang perlu, lalu pergi tanpa menarik perhatian.Namun karena Celestine, semuanya berubah.. sudah cukup pagi ini Mante harus turun arena, kini Celestine juga jadikannya bahan tontotan yang tidak berguna.Celestine telah merusak personanya sebagai orang yang harusnya tetap berada di balik layar, bukan di atas panggung. “Kesabaranku juga ada batasnya, Jach,” jawab Mante penuh penekanan.Jach mengangguk, memahami perasaan tidak nyaman Mante. Namun, dibalik keputusannya yang menolak lamaran Celestine secara lantang, kini telah menimbulkan kegaduhan yang mungkin akan diperbincangkan dalam waktu lama.“Kabar ini, pasti sudah sampai di telinga Ayah,” ungkap Jach.Mante mengedikkan bahunya dan berkata, “K
اقرأ المزيد