Duduk sendirian, Lilian pandangi handponeya dengan cemas..Wajah mungilnya terlihat sembab dengan pipi yang masih dijejaki bekas tamparan Celestine, kontras dengan kulitnya yang berwarna pucat. Sejak kemarin, sudah dua kali Lilian terima tamparan dari orang berbeda, lebam yang belum hilang di pergelangan, kini muncul lebam baru di lengan. Hati Lilian benar-benar sakit, betapa mudahnya orang-orang menyepelekannya, menggunakan tangan mereka melakukan kekerasan padanya.Sepanjang perjalanan Lilian menangis sampai buat kepalanya sakit dan tidak bisa berpikir apa yang kini harus dilakukan.Lilian sama sekali tidak tahu, apa konsekuensi yang akan diterima atas tindakan inplusifnya, bukan hal yang mustahil jika terjadi hal buruk, mengingat bahwa Celestine bukanlah orang biasa.Kini, Lilian malu kembali ke kantor apalagi harus berjumpa Felix yang telah ia hancurkan harapannnya. Lilian juga enggan puang ke penthouse, karena disana dia tidak lagi temukan ketenangan.Dalam kondisi seperti ini,
اقرأ المزيد