Jach mengusap tengkuknya dengan pijatan, pria itu membalik badan, sejenak berusaha untuk mencerna keinginan Mante yang berada diluar logika sampai membuatnya tidak pikir panjang apa yang akan terjadi kedepannya.Murkanya Elisio, tampaknya tidak lebih menakutkan dibandingkan dengan bayang-bayang kepergian Lilian dari sisinya.Ternyata, semengerikan inilah pengaruh Lilian Narinia sampai bisa membuat Mante kehilangan control. Akan lebih mengerikan lagi jika seseorang tahu bahwa kelemahan Mante bukan lagi terletak pada dirinya sendiri, tapi terletak pada seseorang yang bisa disentuh musuhnya.Jach menghela napasnya dengan berat, lalu dipandanginya punggung kokoh Mante. Sejak kecil mereka tumbuh bersama, berada dalam didikan sama tanpa perbedaan.Namun, pada akhirnya, darah yang mengalir di dalam tubuh mereka tetap membuat keduanya berbeda. “Apa kau tidak bisa menundanya sampai besok? Kalian juga perlu bicara dan kau butuh persetujuannya, setidaknya siapkan dulu cincinnya,” ucap Jach berh
اقرأ المزيد