Beberapa hari berlalu setelah perjalanan absurd mereka ke Gunung Sumbing. Rumah Rangga kembali ke ritme biasanya. Di halaman belakang, Rangga lagi sibuk ngurus tanaman sambil jongkok dekat pot-pot besar. Tangannya penuh tanah karena lagi mindahin media tanam untuk anggrek liar yang dia bawa dari gunung. “Anjir ini jangan mati dah…” Dia ngomel sendiri sambil nyemprot akar anggrek pelan. Di bale dekat pohon, Agung lagi selonjor santai ngobrol sama Lendra dan Tora. “Jadi dulu lu berdua sering sparing lawan Kael?” Lendra langsung meringis. “Sering dihajar.” “Beda.” Tora ngakak kecil sambil minum kopi. “Kalau lawan Kael tuh bukan latihan, tapi survival.” Agung langsung ketawa keras. Sementara itu suasana rumah cukup sepi. Wira lagi mandi, Kael dan Sena entah pergi kemana sejak pagi, Silvi lagi di
Read more