Jauh di kedalaman hutan, suasana yang jauh berbeda sedang terjadi.Tidak ada tenda.Tidak ada mie instan.Tidak ada debat soal carrier.Yang ada hanya suara langkah cepat menembus semak dan bau darah samar yang mulai menyebar di udara malam.Di dekat aliran sungai kecil, satu kelompok yang tadi terlihat santai di desa sekarang tergeletak di tanah. Dua orang sudah tidak bergerak, sementara satu lagi masih berusaha merangkak sambil batuk darah.“Ta-tolong—”CRAK.Sebuah sepatu langsung menginjak kepalanya ke tanah.Jalu mendecak pelan sambil jongkok mengambil tas milik korban.“Lemah amat.”Di belakangnya, Beko tertawa kecil sambil mengangkat sebuah cincin pusaka dari tangan mayat lain.“Lumayan.”“Ini bisa dijual.”Oji yang sedang memeriksa tubuh korban lain langsung melempar sebuah dompet kecil.“Duitnya dikit.”Karta cuma bersandar di batu
Read more