"Ternyata putri Adrian Wilson masih bernyali besar datang menyeret nyawanya sendiri ke kandang macan," ujar pria paruh baya itu dengan nada datar yang mencemooh.Thomas Vance melangkah keluar dari balik bayangan konsol utama, merapikan kerah jas labnya yang sedikit kusut. Di belakangnya, dua agen elit berwajah cermin berdiri tegak dengan senapan laser terkunci lurus ke arah dada Braelyn dan Eryx."Mulut busuk lu nggak bakal bisa nutup kebenaran kalau rencana busuk lu ini bakal hancur hari ini juga, Thomas!" balas Braelyn tajam, tangannya meraba pegangan besi di balik jaketnya.Thomas tertawa kecil, suara tawa yang hampa dan dingin di dalam ruangan berdengung itu. "Hancur? Kamu keliru besar, Braelyn, inti kedua ini bukan sekadar alat, melainkan jangkar absolut yang membuat seluruh sejarah di kota ini berada dalam kendali mutlak saya."Eryx melangkah maju melindungi setengah tubuh Braelyn, otot-otot lengannya menegang siap menerjang. "Kendali mutlak apa kal
Read more