Zahwa tertegun. Ia tak menduga akan mendapat respon seperti itu dari sang suami. Rasanya sesak mendengar Devan justru menyalahkan tindakannya. Kecewa menyelinap di hatinya, membuat Zahwa hanya bisa terdiam sambil menggigit bibir bawahnya.Bagaimanapun, Valerie pernah datang ke rumah mereka, memaki, bahkan mengancamnya. Memang, Devan tidak mengetahui kejadian itu, namun tetap saja, respon suaminya seolah menganggap apa yang Zahwa lakukan adalah hal yang tidak berguna dan sia-sia. Padahal, pria itu pernah dibohongi Valerie selama bertahun-tahun. Seharusnya, Devan merasa kesal atau setidaknya tidak terima jika mantan kekasihnya itu terus berulah."Zahwa, lain kali, kamu jangan melakukan hal-hal seperti itu lagi, ya?" tanya Devan lagi, memecah lamunan Zahwa. "Kalau dia berbuat sesuatu padamu, bilang aja padaku. Aku yang akan menegurnya nanti."Meski hati Zahwa masih dipenuhi rasa mengganjal, ia hanya bisa mengangguk pelan. Devan kemudian tersenyum tipis, semba
อ่านเพิ่มเติม