Zahwa mengangguk pelan. Mereka pun berjalan menuju kamar yang dulu ditempati Zahwa. Setelah membersihkan debu yang menempel di lantai, Devan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Sementara itu, Zahwa sibuk merapikan kamar. Ia mengambil sprei dari dalam lemari lalu mulai memasangnya di atas kasur.Namun, di tengah kesibukannya, tengkuk Zahwa mendadak terasa meremang. Perasaan tidak nyaman menyelinap ke dalam dadanya. Entah kenapa, ia merasa seperti ada sepasang mata yang sedang mengawasi setiap gerak-geriknya dari kejauhan.Zahwa menghentikan gerakannya. Ia menegakkan tubuh, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. Ia menatap ke arah jendela kamar yang tirainya tertutup, lalu beralih melihat ke celah pintu kamar yang sedikit terbuka.Hening. Tidak ada siapa pun di sana selain dirinya. Namun, perasaan itu tetap enggan beranjak, memicu detak jantung Zahwa berdegup lebih kencang."Sayang.""Astaga!" Zahwa terperanjat kaget, tubuhnya
더 보기