"Jujur saja, kamu suka kan kalau aku datang kembali? Mari kita lanjutkan kemesraan kita yang sempat tertunda. Mumpung suamimu itu lagi nggak ada di sini, Zahwa," bisik Faris begitu menjijikkan, membuat bulu kuduk Zahwa berdiri seketika.Zahwa terus melangkah mundur dengan napas memburu, berusaha menjaga jarak. Namun, tumitnya mendadak terbentur. Punggungnya sudah menempel pada dinding di bawah celah tangga.Aku harus kabur dari sini sekarang! batin Zahwa panik.Melihat celah kecil di sisi kiri Faris, Zahwa menggunakan sisa keberaniannya untuk memutar tubuh dan melesat pergi.Namun, gerak refleks Faris jauh lebih cepat. Dengan kasar, pria itu mencengkeram kedua bahu Zahwa, memutar balik tubuh wanita itu, lalu menguncinya di dinding tangga.Faris merentangkan kedua tangannya di sisi kepala Zahwa, memenjarakan wanita itu dengan postur tubuhnya yang besar. Jarak mereka begitu dekat hingga hembusan napas Faris terasa menusuk kulit wajah Zahwa, membuat Zahwa mendadak terasa sesak."Mau lari
Baca selengkapnya