Melihat raut wajah Zahwa yang tertunduk sembari tersenyum pahit, membuat hati Debby serasa diremas pilu."Kamu mencintai Devan, jadi maklum kalau kamu ingin terus bersama dengannya, Sayang," tukasnya tulus. "Yang bodoh itu bukan kamu, tapi Devan. Jelas-jelas di rumah udah ada istri cantik, penurut, dan pintar, eh dia malah sempat terlena sama ular yang didandanin!"Mendengar celetukan blak-blakan dari ibu mertuanya itu, tawa pelan Zahwa seketika pecah."Tuh, kan! Kamu kalau senyum dan tertawa itu kelihatan makin cantik," puji Debby ikut tersenyum lega. "Mulai sekarang, banyakin senyum dan tertawa ya, Zahwa. Hidupmu selama ini udah rumit, jadi jangan dipikirkan lagi sesuatu yang udah berlalu. Oke?"Zahwa mengangguk pelan. "Iya, Ma..."Suara deru mesin mobil yang familier mendadak terdengar memasuki halaman rumah."Eh, Ma, kayaknya itu mobilnya Mas Devan deh," kata Zahwa, langsung bangkit dari duduknya. "Aku samperin Mas Devan dulu ya, Ma.""Iya, sana sampe
Baca selengkapnya