Setelah Zahwa selesai makan, terdengar suara deru mesin mobil Devan yang khas dari arah halaman depan. Zahwa segera beranjak dari kursi, mengambil piring kotornya, lalu dibawa ke kitchen sink untuk dicuci."Eh, Non. Biar saya aja yang cuci piringnya." Tiba-tiba Mbok Minah menghadang Zahwa dan mengambil alih piring kotornya. "Mas Devan sudah datang, sebaiknya Non Zahwa segera menyambutnya," ujarnya dengan mengerlingkan mata, seolah tahu jika majikan wanitanya itu sedang gelisah, menunggu suaminya pulang."Makasih ya, Mbok. Aku ke depan dulu menyambut Mas Devan," balas Zahwa."Ya, Non."Zahwa berjalan menuju ke pintu utama, dan ia melihat Devan baru saja masuk sebelum menutup kembali pintunya."Assalamu'alaikum," ucap Devan sambil melepaskan sepatunya."Wa'alaikumussalam," sahut Zahwa sembari menghampiri suaminya, menerima tas kerja yang masih menggantung di bahunya."Capek, ya, Mas?" tanyanya saat melihat raut wajah Devan yang nampak lelah.Devan mengangguk pelan. "Lumayan. Hari ini ke
Read more