Mendengar pertanyaan Zahwa yang begitu dingin membuat Kinara makin panik dan salah tingkah. Dengan cepat, ia meraih pergelangan tangan Zahwa. "Wa, tolong... kita bicara di luar aja," bisiknya memohon. Ia lalu menarik pelan Zahwa keluar dari ruangan Alex, menuju area tangga darurat yang lebih sepi.Begitu pintu tangga darurat tertutup, Kinara langsung berbalik, berusaha menjelaskan situasinya. "Wa, aku tahu ini kelihatan salah banget, tapi—""Bukan cuma kelihatan salah, Ra. Ini emang salah!" potong Zahwa, menatap sahabatnya dengan raut kecewa bercampur marah. "Kalian berdua itu bukan pasangan suami istri! Kok bisa-bisanya kalian melakukan hal sedemikian berani di tempat kerja?"Zahwa mengembuskan napas berat. "Aku kecewa banget sama kamu, Ra. Aku ini mikirin kamu. Kamu itu perempuan baik-baik, punya harga diri, punya norma yang harus dijaga. Nanti kalau ada orang lain yang lihat gimana? Kalau namamu rusak cuma gara-gara perbuatan kayak gini gimana?"Mendenga
Read more