Beberapa jam sebelumnya, Zahwa sedang berbaring di dalam kamar karena ia sedang disuruh paksa oleh ibu mertuanya untuk istirahat, tak melakukan apa-apa. Zahwa menghela napasnya panjang, sepanjang pagi hingga siang, Debby tiada henti membuntutinya.Zahwa tidak diperbolehkan membawa barang yang agak berat, dilarang menyapu, bahkan menyeduh teh hangat sendiri pun ditegur karena ramuan herbal buatan mertuanya wajib jadi satu-satunya minuman yang masuk ke tubuhnya. Ruang gerak Zahwa sangat dibatasi.Pintu kamar Zahwa tiba-tiba diketuk cukup nyaring dari luar. "Non Zahwa, Non?"Zahwa segera bangkit dari ranjang lalu berjalan mendekati pintu untuk membukanya. Rupanya yang mengetuk pintu adalah Mbok Minah. "Ada apa, Mbok?" "Itu, Non, anak saya datang nyariin Non. Katanya mau bahas kerjaan," kata Mbok Minah tersenyum hangat."Ares? Nunggu dimana dia?""Di kursi teras, Non.""Oh yaudah, disuruh tunggu dulu, ya, Mbok. Aku mau pakai kerudung dulu.""Baik, Non."
Read more