"Elena... lihat Mama, Nak..." suara ibu Axel, Heranica. terdengar begitu lembut, bergetar menahan duka yang sama besar.Elena perlahan mendongak dengan pandangan kabur oleh air mata. Matanya sembab, merah, dan tatapannya begitu kosong seolah nyawanya telah ikut pergi bersama brankar yang baru saja melintas.Heranica merengkuh wajah Elena dengan kedua tangannya, mengusap pipi wanita muda itu yang terasa dingin. "Mama tahu ini berat... berat banget buat kamu. Tapi Mama sama Papa kamu udah tenang, Nak. Mereka udah nggak ngerasain sakit lagi...""Mama Heranica..." bisik Elena, suaranya parau dan tercekik. "Aku... aku sekarang sendirian, Ma... Papa udah nggak ada... Mama juga pergi...""Enggak, Sayang. Kamu nggak sendirian," potong Heranica tegas namun hangat, lalu membawanya kembali ke dalam pelukan erat. "Kamu masih punya Mama, punya Papa Ares, punya Axel... Kita keluarga kamu. Mama nggak akan pernah biarkan kamu sendirian."Di seberang lorong, Axel berdiri menatap dua wanita itu d
Last Updated : 2026-09-21 Read more