"Jadi ini, laki-laki brengs*ek yang sudah hamilin kamu !" Pria itu maju dan menarik kerah Axel. Axel langsung sigap dan hendak membalas.Seketika Mama dan Papa Axel kaget,"Anda siapa, main masuk rumah orang bikin keributan ! Ini sudah malam, tidak pantas bertamu terlalu larut," ucap Papa Axel sembari memisahkan mereka. "Gue siapa ? Lo yang siapa, Gue nggak ada urusan sama lo !" ucap pria itu dengan bengis.Tangan Ares mengepal, rahangnya mengeras, tapi masih bisa mengontrol emosinya, " Saya, Papanya !" ucapnya lantang sembari menunjuk wajah Axel. "Oo, ini rupanya bokapnya." Pria itu tersenyum sinis. "Bang, udahlah, Bang. Ayo kita pulang," ucap safira. "Pulang ? Nggak akan. Kita tidak akan pulang, sebelum Si Brengs*k itu tanggung jawab !" "Dia siapa, Safira ?" tanya Axel.Safira mendongak setelah sejak tadi ia menunduk. "Dia ... Abang aku, Ax," "Abang ? Sejak kapan kamu punya abang, Safira ? Bukannya kamu anak sulung ?""A-ada kok," "Heh, nggak usah kebanyakan bac*t lu ! Tang
Last Updated : 2026-08-11 Read more