Dapur rumah bernuansa modern itu sunyi, hanya diisi deru tipis pendingin udara dan beberapa pelayan yang berdiri sigap di sisi ruangan.Suara langkah kaki terdengar dari tangga. Elena turun dengan cardigan tipis melapis tubuhnya. Rambutnya yang setengah basah jatuh di bahu. Menangkap keberadaan kedua anaknya di meja makan, ia mengulas senyum.“Wah, kalian sudah di sini ternyata.”“Iya dong, Mommy! Kita udah lama nungguin!” seru Eira cepat, disusul anggukan setuju dari Eros.“Maaf, ya…” Elena mengusap kepala mereka hangat. “Ya sudah, ayo makan.”Saat hendak duduk, Elena menyadari sesuatu. Ia menoleh pada salah satu pelayan. “Bi, Mama sama Papa mana?”“Tuan Besar sedang ada perjalanan bisnis ke luar kota, Non. Nyonya ikut menemani sekalian jalan-jalan.”Elena hanya mengangguk pelan. Ia lalu melirik pelayan yang menyajikan hidangan. “Loh, Santi mana?”“Anu, Non… Tadi siang Santi kena marah Den Axel. Sekarang dia dihukum membersihkan seluruh lantai sendirian dan kami dilarang bant
Last Updated : 2026-09-11 Read more