"Ya, Ma," ungkap Axel sembari membanting bokongnya ke sofa."Gimana Eros ? Sudah baikan kan ? Maaf Mama sangat sibuk beberapa hari, ada masalah di butik. Tapi ini sudah selesai, nanti Mama akan jengukin Eros.""Eros sudah baikan kok, Ma. Dia juga sudah pulang dari Rumah sakit.""Ah, Syukurlah. Dia itu memang anak yang kuat." Sejenak hening. Ruang itu hanya terdengar suara detak jarum jam yang terus berputar. "Ma,""Kenapa, Axel ? Kamu lapar ? Makan sana. Tadi Mama masak kesukaan kamu. Istri kamu juga bawain nanti. Pasti dia juga belum makan, kan ? Repot jagain anak. Mama tahu rasanya itu. Mangkanya Axel. Kamu harus lebih memperhatikan lagi, Elena. Kasihan dia. Selama ini dia sudsh menderita sendirian di jauh sana, gara-gara kamu!""Iya, Ma. Axel tahu. Kesalahan Axel ini memang tak termaafkan. Axel terlalu bodoh, Ma. Sampai nggak bisa melihat sedikitpun ke Elena dulu.""Ya, memang. Mama seandainya jadi Elena mungkin juga malah nggak akan kembali sampai kapanpun.""Mama!""Ya iya lah.
Last Updated : 2026-08-31 Read more