Laticia tidak langsung menjawab.Isabel yang berdiri di samping Ema ikut mengangguk pelan sebelum berkata hati-hati,“Beliau terlihat sangat khawatir tadi.”“Dan pesta itu,” sambung Liana perlahan, “biasanya hanya dilakukan untuk mengumumkan pewaris kekaisaran secara resmi.”Suasana kembali hening. Ketiga wanita itu memandang Laticia penuh harap, seolah menunggu reaksi tertentu dari sang ratu. Namun Laticia hanya tersenyum tipis samar.Senyuman kecil yang justru terlihat begitu lelah.“Berubah?”Ia mengulang kata itu pelan sambil mengalihkan pandangan ke arah jendela besar di samping ranjang. Cahaya matahari pagi jatuh lembut di wajahnya yang pucat, membuat dirinya terlihat semakin rapuh dibanding biasanya.“Orang tidak berubah secepat itu.” Nada suaranya tetap tenang.Tidak terdengar marah, namun juga tidak menyimpan harapan sedikit pun.Ema perlahan menundukkan kepala mendengar itu. Sementara Laticia kembali memejamkan matanya sejenak sebelum berkata pelan,“Dia hanya mulai menyadar
続きを読む