Laticia menatap Carsein cukup lama tanpa mengatakan apa pun. Wajahnya terlihat begitu tenang, namun justru ketenangan itulah yang membuat suasana di antara mereka terasa semakin berat, memperlihatkan sorot yang perlahan berubah asing bagi lelaki di depannya.Untuk sesaat tidak ada suara selain hembusan angin malam dari jendela yang sedikit terbuka.Lalu perlahan Laticia membuka suara.“Apakah Anda membutuhkannya?”Carsein yang masih berdiri beberapa langkah darinya mengernyit kecil. Lelaki itu jelas tidak langsung memahami maksud pertanyaan tersebut.“Membutuhkan apa?”“Simpati saya.”Nada suara Laticia terdengar datar. Tidak dingin, tidak pula terdengar marah. Namun justru karena dirinya berbicara terlalu tenang, dada Carsein terasa semakin sesak mendengarnya.Lelaki itu mengembuskan napas pendek sebelum akhirnya berkata rendah, “Bukan seperti itu maksudku.”Laticia tidak langsung menjawab. Tatapan matanya tetap tertuju pada wajah Carsein, menunggu lelaki itu melanjutkan ucapannya se
続きを読む