Rumah kaca kembali dipenuhi keheningan setelah Lereg pergi meninggalkan tempat itu. Cahaya senja yang mulai meredup menembus dinding-dinding kaca tinggi, jatuh samar di antara hamparan bunga yang memenuhi ruangan.Udara di dalam terasa sejuk, namun anehnya Laticia justru merasa tubuhnya jauh lebih panas dibanding sebelumnya dan jantungnya masih berdetak terlalu cepat.Laticia berdiri diam di dekat meja teh sambil perlahan memegang dadanya sendiri, berusaha menenangkan napas yang sejak tadi terasa tidak teratur. Pikirannya benar-benar kacau sekarang.Karena dirinya sama sekali tidak pernah membayangkan akan berada dalam posisi seperti tadi bersama Lereg.Tidak pernah.Selama ini Grand Duke itu selalu terlihat tenang, dingin, dan sulit dibaca. Cara bicaranya teratur, tatapannya tajam, dan dirinya hampir tidak pernah memperlihatkan emosi yang berlebihan di hadapan siapa pun.Namun justru karena itulah Laticia tidak siap ketika pria tersebut tiba-tiba mengatakan semua itu secara langsung.
Read more