Siang itu, suasana di ruang istirahat salon terasa cukup hangat. Alya sedang menyuapi Nana dan Rio makan siang dengan penuh kasih sayang, sementara Raya duduk di hadapannya. Tawa kecil anak-anak sesekali memecah keheningan, membuat Alya sejenak melupakan beban yang menghimpit pundaknya.Tiba-tiba, Lina masuk dengan wajah ceria. "Mbak Raya, ada Mas Kevin di depan.""Oh, iya! Sebentar," jawab Raya sigap. Ia segera bangkit, meninggalkan makan siangnya yang belum habis. Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu, Kevin datang untuk mengantar hasil final katalog salon yang telah dicetak.Alya tetap berada di ruang istirahat, fokus sepenuhnya pada kedua buah hatinya. Ia mengusap rambut Nana dengan lembut, namun pikirannya melayang jauh.“Aku benar-benar buntu,” batin Alya lirih. “Aku nggak punya rencana, dan aku nggak punya pendukung. Satu-satunya orang yang bisa kuandalkan, Raya, bahkan nggak tahu apa pun soal hubunganku dengan Raka. Biarlah, untuk saat ini aku akan melaluinya sendirian. Ak
Baca selengkapnya