Om Budi tersenyum tipis. “Hehehe… ya, boleh kalau nggak repot.” Vella mengangguk lalu melangkah ke kosannya. Ujung jilbab panjangnya meneteskan air ke lantai, meninggalkan jejak basah kecil. Om Budi kembali ke ruangannya lalu duduk di kursi panjang. Baru saja ia meraih rokok di meja, terdengar suara ketukan pelan di pintu. Tok… tok… tok… Om Budi langsung berdiri dan membuka pintu. Di hadapannya, Vella berdiri dengan senyum canggung sambil membawa secangkir kopi di atas nampan. Bajunya sudah ganti, jilbab besar terpasang rapi menutup dada. “Maaf, Om, sedikit nunggu,” ucapnya sopan. Om Budi mengangguk kecil. “Duh, malah jadi ngerepotin, Vell. Masuk aja, d
Read more