Minggu berikutnya, penyembuh dari kuil timur tiba.Wanita tua itu bernama Yenna—rambutnya putih seperti salju, matanya biru muda yang tampak bisa melihat menembus jiwa.Ia mengenakan jubah putih sederhana, tanpa perhiasan mewah, tapi auranya memancarkan kekuatan dan kebijaksanaan yang membuat bahkan penjaga-penjaga yang kasar menunduk dengan hormat.“Jadi ini ibu dari Phoenix kecil,” Yenna berkata dengan suara yang lembut saat ia masuk ke kamar Anastasia.Ia tidak membungkuk, tidak berlutut—seolah statusnya sebagai penyembuh suci membuatnya setara dengan siapapun, bahkan kaisar.Anastasia duduk di tepi ranjang, gugup dengan kehadiran wanita yang memancarkan aura begitu kuat ini.“Relaks, anak muda,” Yenna tersenyum—senyum yang tulus dan hangat.“Aku di sini untuk membantu, bukan menghakimi.”Ia mendekat, tangannya yang keriput tapi tetap kuat menyentuh perut Anastasia. Begitu kulitnya menyentuh, Anastasia merasa
Read more