Aura menatap wajah Arkan yang mendadak mengeras dengan pandangan mata penuh ketakutan.Tangan tegap sang pengawal masih membekap lembut mulutnya, mengisyaratkan agar tidak ada satu pun suara yang keluar."Nona, dengarkan saya baik-baik," bisik Arkan tepat di dekat telinga Aura, napasnya terasa hangat di kulit gadis itu."Di luar ada sekitar belasan orang bersenjata lengkap yang mengepung gubuk ini. Mereka adalah pasukan elit Black Lotus," lanjut Arkan lirih.Aura melebarkan sepasang matanya yang bulat, refleks mengangguk pelan dalam dekapan tangan kekar Arkan.Arkan perlahan melepaskan bekapannya, lalu menarik Aura agar bersembunyi di sudut gubuk yang paling aman di balik tumpukan kayu bakar."Kamu tetap di sini, jangan bergeser satu milimeter pun, mengerti?" perintah Arkan dengan tatapan mata yang sangat tajam."T-tapi... mereka bawa senjata banyak, Arkan! Kamu sendirian di sini," jawab Aura dengan suara gemetar, menahan tangis yang hampir pecah.'Ha
Baca selengkapnya