Deru halus mesin kendaraan taktis listrik itu perlahan menjauh dari Pantai Selatan, membawa Arkan, Aura, dan Bayu kembali menyusuri jalan setapak di bawah rindangnya vegetasi tropis pulau. Aura menyandarkan punggungnya di kursi penumpang dengan lemas namun raut wajahnya memancarkan kepuasan yang luar biasa. Topi jerami lebarnya sengaja diletakkan di pangkuan, membiarkan angin sepoi-sepoi menerpa wajah cantiknya yang mulai kembali merona segar. Di sampingnya, Arkan tetap fokus pada kemudi, meski sesekali pandangan matanya melirik ke arah jemari Aura yang tampak masih memerah akibat luapan energi Qi saat proses penyegelan kolam karang tadi. Deggg... Cincin Naga Tidur di jari manis Arkan berdenyut lembut, menyalurkan gelombang sirkulasi hawa hangat pelindung secara otomatis untuk meredakan rasa pegal pada urat-urat tangan sang nona besar. "Arkan, rasanya seperti mimpi ya. Beberapa m
อ่านเพิ่มเติม