공유

Bab 89

작가: Imgnmln
last update 게시일: 2026-06-05 22:35:03

"Besok akan ada kunjungan khusus ke Akademi Tempur Garuda."

Arman mengernyit tipis. "Kunjungan dari siapa?"

"Keluarga Adinata."

Jari Arman yang semula mengetuk meja langsung berhenti, raut wajahnya berubah. "Keluarga Adinata?"

"Benar."

Suara di seberang terdengar tetap datar.

"Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pertukaran pengalaman serta observasi terkait pengembangan teknologi militer dan penelitian peningkatan kemampuan prajurit modern."

Arman perlahan menarik napas. Meski lawan bicaranya
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 155

    Di Pusat Komando, salah satu instruktur akhirnya tidak mampu menahan keterkejutannya. Ia menepuk paha dengan keras sebelum berdiri sambil menunjuk layar."Jenius!""Anak itu benar-benar jenius dalam taktik tempur!"“Dia bahkan tidak sedang mencari senjata. Dia menggunakan seluruh bagian gunung sebagai senjatanya!"Arman juga tidak dapat menyembunyikan ekspresinya lagi. Senyum tipis perlahan muncul di wajahnya saat pandangannya tetap tertuju pada sosok Raka di layar."Sepertinya lawannya terlalu meremehkannya. Kalau dibiarkan seperti ini, posisi penembak jitu itu akan berada dalam masalah besar."Sementara itu, di lokasi persembunyian, penembak jitu musuh mulai merasakan sesuatu yang tidak beres.Sudah cukup lama dia kehilangan jejak Raka, bahkan dengan bantuan teropong berdaya pembesaran tinggi yang dimilikinya. Namun beberapa suara aneh terus terdengar samar dari arah atas tebing.Krek… Krrk...Suara gesekan itu hampir tertelan oleh derasnya hujan, tetapi pengalaman panjangnya di med

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 154

    Di sisi tebing, setiap meter pendakian yang ditempuh Raka berada dalam batas yang sangat berbahaya. Batu-batu yang licin serta bongkahan tanah yang bisa runtuh kapan saja membuat satu kesalahan kecil saja cukup untuk menjatuhkannya ke jurang di bawah.Raka memaksimalkan seluruh kemampuan memanjat yang dimilikinya hingga batas tertinggi sambil menjaga setiap pergerakan dengan tingkat kehati-hatian ekstrem. Rasa nyeri dan kelelahan terus menghantam tubuhnya seperti gelombang tanpa henti, tetapi tekadnya tetap kokoh karena seluruh fokusnya hanya tertuju pada sasaran di atas sana.[Ding! Kemampuan Panjat Tebing Militer tingkat Master milik Pengguna terdeteksi telah mencapai tingkat kesempurnaan.][Bonus Spesial diberikan.][Selamat! Pengguna memperoleh Kemampuan Panjat Tebing Militer tingkat Raja.][Hadiah sedang diintegrasikan...]Mata Raka sedikit melebar.Kemampuan tingkat Raja?Waktu kemunculannya benar-benar sempurna.Hampir seketika, sejumlah besar informasi mengalir deras ke dalam

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 153

    Di dalam tenda medis.Suasana yang sebelumnya dipenuhi tawa perlahan berubah menjadi hening.Semua orang menatap layar dengan ekspresi bingung. Mereka mengira Raka akan mencari tempat berlindung. Mereka mengira ia akan bersembunyi sampai latihan berakhir. Namun kenyataannya justru sebaliknya."Apa yang sedang dia lakukan?" tanya salah seorang mahasiswa dengan wajah kosong."Dia memanjat lagi?""Apakah dia sudah kehilangan akal?""Tempat itu licin karena hujan! Kalau terpeleset, dia bisa jatuh dari ketinggian puluhan meter!"Reyhan yang sejak tadi menikmati penderitaan Raka perlahan menghentikan senyumnya. Alisnya mulai berkerut, ada sesuatu yang terasa tidak beres."Anak itu..." gumamnya pelan sambil menatap layar. "Apa yang sebenarnya ingin dia lakukan?"Damar juga memasang ekspresi bingung. "Kalau dia ingin melarikan diri, seharusnya dia bergerak menjauh. Kalau dia ingin bertahan hidup, seharusnya dia bersembunyi. Lalu kenapa dia justru mendekati area yang lebih berbahaya?"Tidak ad

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 152

    Banyak peserta yang sebelumnya disingkirkan oleh Raka memang tidak menyimpan dendam secara terbuka, tetapi melihat orang yang selama ini mendominasi latihan akhirnya berada dalam posisi terdesak membuat sebagian dari mereka merasakan kepuasan yang sulit disembunyikan."Dia terluka?""Benar, lengan kirinya hampir tidak bergerak.""Napasnya juga sudah berantakan.""Kalau hujan berhenti, dia pasti tidak punya tempat untuk bersembunyi lagi."Komentar demi komentar terus bermunculan.Di sudut lain tenda, Rio langsung mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih. Bara yang masih terbaring di ranjang medis juga memasang wajah gelap. Keduanya ingin membalas ucapan orang-orang itu, namun jumlah mereka terlalu banyak. Pada akhirnya, mereka hanya bisa menahan amarah sambil terus menatap layar.Sementara itu, Tiara berdiri tanpa bergerak di antara kerumunan. Ia sama sekali tidak mendengar tawa ataupun ejekan yang memenuhi ruangan. Perhatiannya hanya tertuju kepada Raka.Melihat kondisi pem

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 151

    Sementara itu, di pusat komando kamp logistik.Arman berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung sambil mengamati seluruh tayangan pengawasan yang ditampilkan pada layar besar. Beberapa instruktur berdiri di sekitarnya, dan hampir semuanya memasang ekspresi yang sulit dijelaskan."Komandan," ujar salah satu instruktur setelah cukup lama terdiam. "Bukankah ini terlalu berlebihan untuk peserta latihan?"Arman tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tertuju pada layar yang memperlihatkan perjuangan Raka di tengah badai. "Kalian semua sudah melihat sendiri kemampuan anak itu," jawabnya dengan nada tenang. "Selama lima hari terakhir, performanya jauh melampaui standar mahasiswa baru biasa."Ia menunjuk layar yang sedang menampilkan rekaman Raka. "Keterampilan tempur, kesadaran medan, kemampuan analisis, pengambilan keputusan, sampai insting bertahannya berada di level yang sangat jarang ditemukan."Para instruktur saling berpandangan. Tidak ada satu pun yang membantah. Karena semua

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 150

    Urat-urat di lehernya tampak menegang. "Kalau bukan karena penyergapan sialan itu, seratus orang seperti kalian sekalipun tetap tidak akan mampu menghentikan aku dan Raka!"Kalimat tersebut langsung membuat seluruh tenda terdiam.Penembak jitu?Kata itu seolah menghantam semua orang secara bersamaan."Apa maksudmu penembak jitu?" tanya salah seorang peserta dengan wajah bingung. "Bukankah latihan ini tidak menggunakan senjata seperti itu?""Aku bahkan belum pernah melihat senapan jitu selama latihan berlangsung.""Benar, dari mana datangnya penembak jitu?"Suasana yang semula ramai berubah menjadi penuh tanda tanya.Bara menarik napas panjang untuk menenangkan emosinya, tetapi kemarahan masih terlihat jelas di wajahnya."Aku tidak sedang bercanda." Suaranya terdengar jauh lebih serius dibanding sebelumnya. "Orang itu jelas bukan peserta biasa."Semua orang langsung memasang ekspresi tegang."Dia menembakku dari jarak sangat jauh," lanjut Bara sambil mengepalkan tangan. "Kemampuan mene

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 129

    "Cepat kembali!" teriaknya tanpa sadar. "Raka Mahendra! Kembali ke sini!"Ia langsung bergerak maju ingin mengejar, tetapi dua penjaga di gerbang serempak menghalangi jalannya."Area militer terbatas. Dilarang masuk tanpa izin!"Nada suara mereka datar dan tegas."Lepaskan aku!" Celine mulai kehila

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 128

    "Raka... kau..."Suaranya bahkan sempat tersendat. "Kau berani bicara seperti itu padaku? Kau benar-benar memblokirku?" Napasnya mulai memburu. "Kau gila, ya?!"Jari telunjuknya langsung terangkat dan menunjuk ke arah wajah Raka. "Aku sedang sangat marah sekarang! Sangat marah! Kalau kau terus bers

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 127

    Raka berjalan santai menuju gerbang utama area pelatihan. Begitu jarak mereka semakin dekat, ia langsung mengenali sosok perempuan yang berdiri di sana.Gadis yang selama ini dikenal sebagai cahaya bulan dalam berbagai catatan dan informasi yang diwariskan sistem.Sementara pria berpakaian rapi yan

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 126

    “Komandan Unit, selera humor Anda benar-benar bermasalah.”Melihat ekspresi bawahannya, Arman malah tertawa kecil. "Kenapa masih berdiri di sana? Pergi."Hendra hanya bisa menghela napas pasrah sebelum memberi hormat."Siap."Begitu pintu tertutup, Arman langsung mengambil teropong miliknya. Pandan

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status