分享

Bab 81

作者: Imgnmln
last update publish date: 2026-06-03 23:24:17

Raka menggelengkan kepalanya pelan, lalu sebuah keluhan lirih lolos dari sudut bibirnya. "Sial... tempat ini rupanya terlalu nyaman. Hampir saja aku kebablasan tidur nyenyak."

Setelah itu, dia kembali menyandarkan punggungnya pada dinding beton. Pikirannya kembali hening, membiarkan kesadarannya melayang dalam ketenangan.

Sementara itu, di ruang observasi, jarum jam digital merayap mantap dan mengunci di angka 06:00:00.

Enam jam penuh. Angka itu bagaikan hantaman tak terlihat yang meremukkan se
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 163

    Sebenarnya, waktu yang ia habiskan bersama pemuda itu tidaklah banyak. Namun entah sejak kapan, rasa penasaran yang semula hanya muncul sesaat perlahan berubah menjadi kekaguman. Kini, perasaan tersebut terus berkembang menjadi sesuatu yang bahkan dirinya sendiri belum mampu pahami.Ada benih emosi baru yang diam-diam tumbuh di dalam hatinya. Semakin ingin ia abaikan, semakin kuat perasaan itu berkembang.Tiara menghembuskan napas pelan. Dia tidak tahu harus menyebutnya sebagai apa. Yang ia tahu, setiap kali melihat Raka, hatinya selalu memberikan jawaban yang tidak mampu dijelaskan oleh pikirannya.Tiara tidak mampu menjelaskan perasaan yang memenuhi hatinya. Setiap kali melihat Raka terluka, dadanya ikut terasa sesak. Saat mendengar orang lain meremehkannya, amarah ikut membuncah. Bahkan kemenangan Raka menghadirkan kebahagiaan yang jauh lebih besar dibandingkan jika dirinya sendiri yang berdiri di posisi juara.Entah sejak kapan semua itu bermula, tetapi tanpa disadari seluruh perh

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 162

    Semua orang menyaksikan siaran itu dari awal hingga akhir. Mereka melihat bagaimana Komandan Hendra menggunakan kemampuan pelacakan, senjata, pengalaman tempur, dan keunggulan medan untuk menekan Raka tanpa ampun. Mereka juga melihat bagaimana Raka berkali-kali dipaksa berada di ambang kekalahan sebelum akhirnya membalikkan keadaan melalui kecerdikan, keberanian, dan kemampuan tempur yang luar biasa.Tidak ada yang menganggap kemenangan itu kebetulan. Justru karena situasinya begitu mustahil, kemenangan tersebut terasa semakin mengejutkan. Pembicaraan di seluruh tenda kini hanya berpusat pada Raka.Setiap pujian, kekaguman, dan keterkejutan mengarah kepadanya. Sosok yang sebelumnya sudah menjadi pusat perhatian kini berubah menjadi legenda hidup di antara para mahasiswa baru.Sebaliknya, Reyhan dan Damar seperti menghilang dari perhatian semua orang. Perasaan itu membuat dada mereka terasa sesak.Mengapa selalu Raka?Mengapa setiap sorotan selalu jatuh kepadanya?Mengapa semua orang m

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 161

    Komandan Hendra menggeleng pelan sambil tertawa kecil. Semakin lama ia menatap Raka, semakin sulit baginya menganggap pemuda itu sebagai mahasiswa baru biasa."Kau adalah mahasiswa paling aneh yang pernah kutemui," ujarnya terus terang. Sorot matanya dipenuhi kekaguman yang sama sekali tidak disembunyikan. "Jenius. Benar-benar jenius."Raka tidak langsung menjawab. Ia hanya berdiri diam dengan napas yang masih berat, sementara pistol latihan tetap berada dalam genggamannya. Meski tubuhnya hampir mencapai batas dan luka-luka di sekujur badan terus mengirimkan rasa nyeri, sorot matanya tetap tenang seperti sebelumnya.Sementara itu, suasana di tenda medis berubah total.Ketika tayangan siaran langsung memperlihatkan Komandan Hendra mengangkat tangan dan mengakui kekalahannya, seluruh ruangan mendadak membeku. Semua orang hanya menatap layar dengan ekspresi kosong seolah otak mereka belum mampu memproses apa yang baru saja terjadi.Reyhan dan Damar menjadi yang paling terpukul. Ejekan ya

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 160

    Kilatan kesal langsung melintas di wajah Hendra. Alih-alih mundur atau memperbaiki pertahanan, ia memilih mengambil risiko. Dengan memanfaatkan jarak yang sangat dekat, tubuhnya melesat maju dan menghantamkan kepala ke arah wajah Raka.Gerakan itu muncul tiba-tiba dan sangat berbahaya. Namun reaksi Raka bahkan lebih cepat. Begitu membaca niat lawannya, ia langsung melepaskan pegangan pada belati, menarik tubuh ke belakang, lalu menghindari benturan tersebut dengan selisih yang sangat tipis.Kesempatan itu langsung dimanfaatkannya. Tubuh Raka melonjak berdiri, sementara tangan kanannya menyambar sebuah pistol yang tergeletak di lumpur tidak jauh dari mereka.Dalam satu gerakan yang bersih dan tanpa keraguan, laras senjata itu terangkat dan berhenti tepat mengarah ke kepala lawannya.Suasana hutan mendadak sunyi.Hanya napas berat dua orang yang baru saja mempertaruhkan segalanya dalam pertarungan tersebut.Pada saat yang sama, hujan yang mengguyur sejak tadi akhirnya berhenti. Tetesan

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 159

    Dengan refleks luar biasa, Hendra segera menarik tubuhnya ke belakang. Ujung belati hanya menyentuh jakunnya dan meninggalkan sensasi dingin sebelum melintas beberapa sentimeter dari kulitnya.Keduanya langsung bertukar serangan.Buk! Buk!Tinju menghantam udara, kaki menyapu tanah berlumpur, sementara kilatan belati terus muncul dan menghilang di tengah hujan yang mulai mereda. Tidak ada gerakan yang sia-sia. Setiap langkah, setiap serangan, dan setiap perubahan posisi dilakukan dengan tujuan yang jelas.Di dalam tenda medis, suasana berubah sunyi.Semua mata terpaku pada layar.Apa yang terjadi di hadapan mereka sudah jauh melampaui batas latihan militer biasa. Pertarungan itu tidak lagi terlihat seperti duel antara instruktur dan mahasiswa baru, melainkan bentrokan dua predator yang sama-sama berusaha mengambil kendali medan tempur.Wajah Reyhan dan Damar berubah pucat. Keduanya hanya bisa menatap layar tanpa berkedip saat menyaksikan bagaimana Raka terus memaksa Hendra bertahan. B

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 158

    Di dalam hutan, situasi mulai berubah secara perlahan.Hendra terpaksa menghentikan pengejaran sejenak untuk membersihkan lumpur yang menempel pada tangannya dan pegangan pistolnya. Waktu yang tampak singkat itu justru menjadi kesempatan emas bagi Raka untuk menghilang lebih jauh ke dalam rimbunnya hutan. Kali ini ia tidak melakukan kesalahan yang sama.Raka sengaja membungkus alas sepatunya menggunakan dedaunan besar agar bekas langkah menjadi samar. Saat bergerak, ia memilih melompati akar pohon, batu besar, dan area yang tidak meninggalkan jejak jelas, sementara hujan yang masih turun membantu menghapus sisa-sisa petunjuk yang mungkin tertinggal.Bahkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, ia beberapa kali berjalan mundur dan mengubah arah secara tiba-tiba. Siapa pun yang mencoba melacaknya hanya akan menemukan jejak palsu yang sengaja dibuat untuk menyesatkan.Ketika Hendra akhirnya selesai membersihkan tangannya dan kembali melanjutkan pengejaran, ekspresinya perlahan berub

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 6

    Pilihan Ketiga.TING!Jam digital di dinding tiba-tiba berubah angka.00:59Ruangan Garuda tenggelam dalam cahaya redup. Pintu baja utama tetap terkunci rapat, sementara monitor di dinding menampilkan tiga sosok bertopeng yang bergerak cepat di koridor luar.Langkah mereka tenang, bahkan terlalu te

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 5

    Ruangan itu tenggelam dalam sunyi.Hanya dengung halus proyektor hologram yang masih terdengar, memantulkan cahaya kebiruan ke seluruh ruang.Di udara, satu nama tetap menyala.Tatapan Raka terpaku pada tulisan itu. Dadanya naik turun perlahan, namun matanya tak berkedip sedikit pun.Sepuluh tahun.

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 4

    WIUUU~ WIUUU~Sirene darurat meraung panjang, menggema ke seluruh area belakang Akademi Tempur Garuda. Lampu merah berkedip cepat di sepanjang lorong, mewarnai dinding kusam Asrama Kelas Nol dengan nuansa bahaya yang mencekam.Koridor itu hancur berantakan.Retakan menjalar di tembok, beberapa pint

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 3

    Raka membuka mata di lantai kamar. Napasnya memburu, rasa panas membakar dari dalam tubuhnya, seolah lava mengalir di setiap pembuluh darah. Urat-urat menonjol di leher dan lengannya, sementara jantungnya berdetak seperti genderang perang yang dipukul tanpa henti.Namun anehnya, seluruh rasa sakit

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status