Mbak Masha menatap deretan piring lauk di depannya, lalu mendongak menatap ke arahku. "Gus, tolong panggilin Karina sama Nova ya. Suruh mereka sarapan di sini. Aku nggak mau lagi kita selalu makan pisah-pisah kayak biasanya.""Baik, Mbak," jawabku patuh.Aku pun naik ke lantai atas, menuju kamar Karina terlebih dahulu. Setelah aku mengetuk pintunya beberapa kali, dia hanya menyahut dengan nada malas dari dalam."Iya, iya! Nanti aku turun, duluan aja!" sahutnya ketus.Aku lalu beralih ke kamar Novaria. Bedanya dengan Karina, walaupun hubungan kami sedang agak bersitegang, dia tetap mau membuka pintu kamarnya untukku."Nanti Nova menyusul ya, Mas. Sekarang masih siap-siap dulu," ucapnya lembut."Oke, Dek."Tidak lama kemudian, mereka pun muncul di ruang makan.Novaria jalan lebih dulu, penampilannya sudah rapi dan segar karena ada jadwal kuliah pagi.Sementara itu, Karina berjalan mengekor di belakang adiknya dengan langkah tak bersemangat. Dia masih mengenakan piyama tidurnya karena ke
Read more