Namun, baru saja aku hendak mengungkap segalanya, Tante Miya mendadak menguap pelan. Kedua matanya terlihat sangat sayu dan kelelahan.Melihat itu, aku pun mengurungkan niatku. Aku berpikir, kalau aku jujur malam ini juga, yang ada Tante Miya malah bakal syok berat dan nggak akan bisa tidur semalaman.Aku pun buru-buru mencari alasan lain."Oh, ini... tadi pas di jalan pulang, saya nggak sengaja papasan sama komplotan begal di dekat lampu merah Gang Delima itu, Tante,” alibiku berbohong sehalus mungkin, mengarang cerita."Mereka sempat narik jaket saya dan ngayunin pisau lipat ke arah saya. Untung saya langsung tancap gas dalem-dalem jadi bisa lolos, tapi lengan saya telanjur kegores pisaunya.”Tante Miya langsung terlihat syok."Ya ampun, Argus! Daerah sana emang rawan banget kalau udah lewat tengah malam!" omel Tante Miya, lalu berjalan mendekat untuk memeriksa balutan perban di lenganku. "Untung kamu bisa kabur, Gus. Kalau enggak, mungkin kamu nggak bakal selamat!”“Iya, Tan.”“Ya
Read more