“Halo??”“….”“Haloo! Siapa ini??”“….”“Woi, kok diem? Ini siapa sih??” tanyaku lagi, mendesak saking penasarannya dengan penelepon misterius ini."Tenang dulu, Bro..." Akhirnya suara berat seorang pria asing terdengar dari balik telepon.Dia terkekeh dingin sebentar, lalu kembali berkata, "Kalau lo mau pacar tersayang lo tetap hidup, mending dengerin gue baik-baik."Cengkeramanku pada ponsel seketika menguat, emosiku mendidih dalam hitungan detik. "Siapa lo?! Mana Masha?! Mau apa lo dari dia, hah?!""Masha ada sama gue," potong pria itu santai, namun nadanya sarat ancaman. "Dia aman... untuk saat ini. Tapi nggak tau ya kalau lo terlalu lama mikir. Bisa-bisa cewek kesayangan lo ini kenapa-kenapa.""Kontol! Bangsat lo! Jangan berani-beraninya lo sentuh dia!" teriakku histeris di dalam mobil, urat-urat di leherku menegang menahan amarah yang meledak. "Di mana Masha sekarang?! Di mana lo sembunyikan dia, anjing?!""Kalau lo mau nyelamatin Masha, datang sendiri. Inget! Sendiri! Jangan co
Read more