"Kak Masha, maaf Nova langsung buka kamar Kakak. Di depan ada temen Kakak yang dari tadi nyariin," ujar Novaria, suaranya terdengar dingin tanpa emosi.Mbak Masha yang masih menyilangkan tangan di depan dadanya langsung menyahut dengan gugup, "Oh— eh, iya, Nov. Udah kamu suruh masuk?""Udah," jawab Novaria singkat.Melihat situasi yang semakin canggung dan tidak kondusif ini, aku tahu diri untuk segera pergi."Mbak Masha, kalau begitu saya keluar dulu ya," pamitku buru-buru, yang hanya dibalas anggukan pelan oleh Mbak Masha yang tampak panik.Aku pun melangkah keluar dari kamar, berjalan tepat di belakang Novaria.Begitu Novaria berbelok ke arah ruang tengah, aku memilih ke ruang tamu.Begitu sampai di ruang tamu, aku melihat seorang wanita kantoran sudah duduk di sana, lengkap dengan tumpukan berkas penting di atas meja yang tampaknya sengaja dibawa untuk diserahkan kepada Mbak Masha.“Mohon tunggu sebentar ya, Mba
Read more