Di meja makan, sarapan sudah tersedia apa adanya. Cuma ada tahu goreng tepung, ayam goreng bumbu merah, dan tumis kangkung. Untungnya, Paman Karyo tidak protes sama sekali dengan menu sederhana ini."Maaf, Paman. Saya belum sempat belanja buah-buahan untuk pencuci mulut," ujarku merasa tidak enak."Nggak apa-apa, Gus. Oh ya, sekalian panggil yang lain ke meja makan," sahut Paman Karyo sambil melipat korannya.Tidak lama kemudian, Tante Miya ikut bergabung. Wajahnya tampak datar, sama sekali tidak senang dengan kepulangan suaminya.Menyusul setelah itu, Mbak Masha ikut bergabung, langsung duduk di kursinya."Karina mana? Tolong panggilin, Gus," suruh Paman Karyo.Aku pun langsung bergegas ke lantai atas.Begitu sampai di depan pintu kamar Karina, langkahku sempat tertahan. Aku ragu. Rasanya enggan sekali melihat wajahnya lagi. Jujur, sakit hatiku dari semalam belum juga reda.Akhirnya, aku pun memilih berjalan terus, mau ke kamar Novaria dulu.Begitu tanganku baru mau mengetuk, pintu i
Read more