Kirana menatap Adji yang kembali terlelap. Perasaan lega ia rasakan setelah berani jujur pada Adjie. Namun, di balik rasa lega itu, ada kesedihan yang masih tersisa.Kesedihan karena Kirana sadar, ia hampir terlambat.Terlambat menyadari bahwa orang yang selama ini ia cari ternyata selalu berada di sisinya."Mas..."Ia mengusap pelan rambut suaminya agar tak terganggu tidurnya."Kalau waktu itu kamu benar-benar pergi..."Kirana berhenti,ia merasa tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Bayangan Adji yang terbaring tanpa nyawa kembali muncul di kepalanya. Dadanya langsung terasa sesak."Ternyata aku nggak sekuat yang selama ini aku kira."Kirana tersenyum pahit."Aku bisa kehilangan banyak hal dalam hidupku ,mas . Aku juga bisa kehilangan uang, karena aku bisa menghasilkannya lagi. Aku bisa kehilangan rumah,karena rumah bisa aku beli. Bahkan aku pernah kehilangan kemampuan untuk berjalan hingga saat ini. Tapi kehilangan kamu..."Air mata mengalir melewati pipinya,sebelum Kirana melanjutk
Read more