Arshy menatap profil samping wajah Naka yang tampak begitu tenang. Ada seulas keraguan dan rasa canggung yang bergelayut di benak gadis itu, membuatnya ragu untuk mengutarakan apa yang sebenarnya ingin ia sampaikan sejak tadi.Ia meremas jemarinya di atas pangkuan, mencoba mengumpulkan keberanian."Mas," panggil Arshy pelan, suaranya hampir tenggelam oleh deru halus mesin mobil."Hem," sahut Naka tanpa menoleh, jemarinya sibuk mengusap layar ponsel pintarnya, memeriksa beberapa draf pesan yang masuk dari Vano."Aku boleh izin gak?" tanya Arshy ragu.Naka menghentikan pergerakan ibu jarinya di atas layar. Pria itu menoleh perlahan, menyapukan pandangan penuh selidik ke arah gadis di sampingnya. "Izin apa?" tanya Naka seraya mengerutkan dahinya tipis, menunjukkan rasa heran atas formalitas yang mendadak diajukan Arshy."Aku mau pulang ke Surabaya," kata Arshy polos, matanya menatap Naka penuh harap. "Hanya sebentar, aku mau jenguk adik-adik, sama Bund
Read more