"Bunda serius, Naka," sela Nayra, menatap putra sulungnya dengan pandangan penuh harap. "Teman-teman Bunda semuanya sudah punya menantu. Bahkan anak Tante Dona yang usianya di bawah kamu, bulan depan mau menikah. Kamu kapan kenalin calon kamu ke rumah?’’"Naka belum mikirin ke sana, Bun. Karir Naka baru dimulai. Banyak kasus besar yang butuh perhatian penuh dari Naka," alasan yang sama kembali diluncurkan Naka bagai tameng."Pekerjaan itu enggak akan ada habisnya, Nakara!" tegas Arga kali ini dengan nada lebih berbobot. "Kamu butuh pendamping. Orang yang bisa menyambut kamu saat kamu lelah pulang kerja, orang yang bisa bikin hidup kamu enggak cuma isinya kertas dan hukum. Ayah sama Bunda gak minta kamu langsung menikah besok, tapi setidaknya bawa satu wanita yang serius sama kamu.""Naka belum menemukan yang cocok, Yah," potong Naka mantap. "Dan Naka enggak mau terburu-buru cuma demi memenuhi ekspektasi orang."Nayra menghela napas panjang, menatap suaminya dengan raut wajah menye
Read more