"Aku belum berkata kalau kamu boleh pergi."Langkah Alena yang sudah hampir mencapai pintu langsung terhenti. Perlahan ia membalikkan badan. Tatapannya bergantian memandang Leon dan Cyntia."Maaf, Pak."Alena kembali berdiri di tempat semula. Sementara itu, Cyntia mengangkat sebelah alis. Senyum tipis masih menghiasi bibirnya, tetapi sorot matanya menunjukkan rasa heran."Leon."Pria itu mengalihkan pandangannya."Ada lagi yang ingin kau bicarakan?"Leon mengangguk singkat."Ada."Ia lalu menoleh kepada Alena."Duduk."Alena tampak ragu."Pak... kalau memang pembahasannya urusan pribadi, saya bisa menunggu di luar.""Tidak perlu."Jawaban Leon terdengar tenang, tetapi tegas."Kau tetap di sini."Alena semakin bingung. Ia akhirnya duduk kembali, meski perasaannya mulai tidak menentu. Di sisi lain, Cyntia memperhatikan semua itu tanpa berkedip."Leon," ucapnya pelan. "Aku rasa akan lebih baik kalau kita bicara berdua."Leon menyandarkan tubuhnya ke kursi."Kenapa harus berdua?"Pertanya
더 보기