Leon akhirnya mengetik balasan."Iya."Beberapa detik kemudian, ia menambahkan,"Nanti kita bicara di rumah Lena saja."Pesan itu terkirim. Tidak lama kemudian, tanda pesan sudah dibaca muncul. Balasan Alena segera masuk."Jangan. Nanti Om capek."Leon tersenyum kecil. Jarinyapun kembali mengetik."Mana mungkin capek.""Kalau ketemu Lena, Om malah tambah semangat."Beberapa detik kemudian, balasan Alena muncul."Dasar gombal."Leon tertawa kecil. Seorang staf yang kebetulan lembur dan berada tidak jauh dari meja langsung menoleh."Pak?"Leon segera mengembalikan wajah seriusnya."Ada apa?""Tidak ada, Pak."Staf itu buru-buru kembali bekerja. Leon menatap layar ponselnya lagi. Senyumnya muncul kembali. Setidaknya Alena belum benar-benar marah.Atau... mungkin justru sedang menunggu dirinya datang untuk mengomel. Leon menghela napas."Ya sudah.""Hadapi saja.""Berani berbuat, berani menanggung."---Malam itu, Leon tiba di rumah Alena saat jam sudah menunjukkan hampir pukul delapan.
Read more