Pagi itu suasana Mahardika Group sibuk seperti biasanya. Beberapa karyawan berlalu-lalang membawa map dan secangkir kopi, bersiap memulai aktivitas seperti biasa.Di antara mereka, Alena berjalan dengan senyum tipis yang masih tersisa sejak akhir pekan. Sesekali bayangan kebun teh, hujan sore, dan perhatian kecil Leon kembali terlintas di benaknya."Selamat pagi.""Pagi."Alena membalas sapaan beberapa rekan kerja sebelum duduk di mejanya. Belum sempat menyalakan komputer, Sisca sudah muncul sambil menyeringai."Masih senyum-senyum sendiri?"Alena langsung mendengus."Sudah ya.""Kemarin kan sudah kamu interogasi habis-habisan."Sisca tertawa kecil."Iya, iya.""Aku janji tidak akan menggodamu lagi."Alena menghela napas lega."Syukurlah.""Tapi..."Sisca kembali menyeringai."Aku tetap menunggu dikenalkan sama Mas Dimas."Alena spontan memukul pelan lengan sahabatnya."Kamu ini.""Mas Dimas bukan hadiah undian.""Tapi boleh kenalan, kan?""Kulihat nanti."Sisca langsung mengacungkan
더 보기