Pagi itu suasana kantor Mahardika Group berjalan seperti biasa. Para karyawan sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Alena baru saja meletakkan tasnya ketika Sisca datang sambil menyenggol pelan lengannya."Wih..."Alena mendongak."Apa?"Sisca menyipitkan mata."Kok senyum-senyum sendiri dari tadi?"Alena buru-buru merapikan ekspresinya."Mana ada.""Jangan bohong."Sisca mengamati wajah sahabatnya dari atas sampai bawah."Biasanya kalau aku godain sedikit, mukamu langsung merah.""Sekarang malah tenang.""Hmm..."Sisca melipat kedua tangannya."Jangan-jangan...""...sudah jadian?"Alena hampir tersedak ludahnya sendiri."Apa, sih!"Sisca terkekeh."Nah, itu baru Alena yang aku kenal."Alena menggeleng pelan sambil membuka laptop."Sudah, ah.""Banyak kerjaan."Sisca justru semakin penasaran."Serius, Len.""Kamu lagi sembunyiin sesuatu, ya?"Alena hanya tersenyum tipis. Di dalam hati, ia mengingat kejadian semalam. Ibunya hampir saja salah paham.Kalau saja pembicaraan itu berlanjut,
Read more