Sepanjang perjalanan pulang, Alena duduk di kursi dekat jendela sambil memandangi lampu-lampu kota yang melintas di luar, tetapi pikirannya sama sekali tidak tertuju pada jalanan yang mulai ramai oleh kendaraan malam karena yang terus berulang di kepalanya hanyalah satu momen singkat di tangga darurat kantor ketika listrik padam, saat tubuhnya tanpa sengaja menempel pada dada Leon Mahardika dan pria itu secara refleks menariknya ke dalam pelukan untuk melindunginya dari jatuh Alena menyentuh pipinya sendiri yang masih terasa hangat, setiap kali mengingat lengan Leon yang melingkari tubuhnya, sudut bibirnya kembali terangkat tanpa bisa ia kendalikan, bahkan beberapa kali ia tersenyum sendiri sampai sopir sempat melirik dari kaca tengah dengan ekspresi bingung Sesampainya di rumah, Alena turun dengan langkah ringan dan masih membawa suasana hati yang tidak biasa, ia bahkan memeluk tasnya seperti gadis remaja yang baru saja menerima surat cinta pertama, begitu membuka pintu rumah, arom
Mehr lesen